Siswa Beraksi

Tempat di mana belajar cerdas, berdaya digital, dan berakhlak global untuk Siswa SMP Negeri 3 Babelan

Admin

5/8/20241 min read

Menyemai Karakter Pancawaluya: Ikhtiar SMP Negeri 3 Babelan Menuju Generasi Gemilang

Di balik prestasi lingkungan yang mentereng, SMP Negeri 3 Babelan menyimpan sebuah filosofi mendalam dalam mendidik siswanya. Melalui kegiatan Gemilang Waluya, sekolah bukan hanya sekadar mengejar kebersihan fisik, melainkan sedang membangun fondasi jiwa melalui nilai-nilai Pancawaluya (Lima Pilar Kesejahteraan/ Keselamatan).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh siswa untuk mengasah kepekaan sosial, kemandirian, dan tanggung jawab terhadap alam semesta.

Pancawaluya dalam Aksi Nyata

Setiap langkah siswa di sekolah diarahkan untuk mencerminkan lima pilar utama yang menjadi ruh dalam kegiatan Gemilang Waluya:

  1. Waluya Rohani: Siswa diajak mensyukuri anugerah alam melalui doa dan ibadah, menyadari bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman.

  2. Waluya Jasmani: Melalui lingkungan yang bersih dan sehat, tercipta raga yang kuat untuk terus berprestasi.

  3. Waluya Intelek: Siswa belajar mengelola sampah dan energi dengan cerdas melalui sistem SIAGA dan Generasi HEBAT.

  4. Waluya Sosial: Memupuk gotong royong melalui gerakan AYOO GASS dan LISAODAH, di mana tidak ada sekat dalam bekerja bakti.

  5. Waluya Lingkungan: Kesadaran penuh bahwa keharmonisan hidup bergantung pada bagaimana kita memperlakukan alam sekitar.

Sinergi Program: Dari Kebiasaan Menjadi Karakter

Program Gemilang Waluya menjadi jembatan bagi siswa untuk mempraktikkan tagline-tagline lingkungan sekolah secara lebih bermakna. Saat seorang siswa menjalankan aksi LISAODAH (Lihat Sampah Ambil Ayodah), ia tidak hanya sekadar memungut sampah, tetapi sedang mempraktikkan pilar Waluya Sosial dan Lingkungan secara bersamaan.

Begitu pula dengan Ayo SIAGA, di mana penghematan energi menjadi bentuk nyata dari karakter siswa yang bijaksana dan tidak boros—sebuah implementasi dari profil pelajar yang berintegritas.

"Di SMP Negeri 3 Babelan, kami tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademis, tapi kami membentuk pribadi yang 'Waluya'—sejahtera lahir dan batinnya, serta selaras dengan alamnya."